SEJARAH DESA

Sejarah Desa Mengok tidak terlepas dari sejarah Masyarakat Madura  di Kabupaten Bondowoso. Awal mula daerah ini merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Blambangan, akan tetapi seiring dengan perubahan waktu hingga datangnya penjajah Hindia Belanda ke Bondowoso wilayah ini terjadi kekosongan kekuasaan seiring dengan melemahnya kekuatan Kerajaan Blambangan.

Awal mula sejarah daerah ini diberi nama Mengok berawal dari upaya belanda untuk mendekati para tokoh berpengaruh disetiap wilayah. Daerah ini ada seorang tokoh yang disegani oleh masyarakt wilayah ini yaitu Rancanggati. Beliau disegani oleh masyarakat sekitarnya karena selain kemampuan bela dirinya yang tak tertandingi, beliau juga sangat arif dan bijaksana menyikapi persoalan yang dihadapi lingkungannya. Belanda bermaksud ingin mendekati beliau agar bisa menjadi penguasa lokal yang sekarang disebut kepala desa. Pada waktu itu belanda bertanya kepada salah seorang warga untuk mengunjungi kediaman Rancanggati. Sang warga memberi petunjuk jalan menuju rumah Rancanggati, sambil memperagakan dengan tangannya sang warga menjelaskan bahwa kediaman menuju rumah Rancanggati ”menggok” kekanan, ”menggok” ke kiri sampai sang Belanda kebingungan memahami maksud penjelasan sang warga. Tanpa berpikir panjang sang Belanda berjalan menuju rumah Rancanggati sesuai petunjuk warga tersebut. Akan tetapi Belanda tidak berhasil menemukan rumah Rancanggati, karena jalannya yang berliku-liku dan bercabang sehingga sulit menemukan kediaman beliau.

Atas dasar kisah inilah para tokoh masyarakat yang difasilitasi belanda pada waktu itu memberikan nama desa ini menjadai desa ”Mengok”. Nama Mengok didasarkan pada banyaknya jalan yang berliku-liku yang dalam percampuran bahasa Indonesia dan Madura disebut ”menggok-menggok”.

Adapun Kepala Desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut :

  1. Rancanggati : Tahun 1897 s.d 1932
  2. Asrin : Tahun 1932 s.d 1935
  3. Sa’rija : Tahun 1935 s.d 1937
  4. Rifa’i : Tahun 1937 s.d 1938
  5. Ridwan : Tahun 1938 s.d 1967
  6. Sutikno : Tahun 1967 s.d 1972
  7. Zainullah : Tahun 1972 s.d 1984
  8. Sukardi : Tahun 1984 s.d 1993
  9. Supandi : Tahun 1993 s.d 1996
  10. Juhriyanto : Tahun 1996 s.d 2004
  11. Hanafi : Tahun 2004 s.d 28 Februari 2015
  12. Untung Slamet Iriadi : 28 Februari 2015 s/d 22 Juni 2015 dan
  13. Hanapi : 22 Juni 2015 s/d Sekarang